Situs selam, musim, dan kehidupan laut — diteliti, dipetakan, direncanakan.
Menu
Destinasi Lokasi Selam Kehidupan Laut Bangkai kapal Berita
Rencanakan perjalanan Perencana trip Kapan waktu terbaik menyelam Kalkulator biaya Perbandingan Kalender kehidupan laut Suhu air Liveaboard Operator & resor Taman laut Ruang hiperbarik Peta dunia
Wilayah Australia, Selandia Baru & Asia TimurKaribia & Atlantik BaratEropa, Atlantik & MediteraniaSamudra Hindia & Afrika TimurKepulauan Pasifik & MikronesiaLaut Merah & Timur TengahAsia Tenggara & Segitiga Terumbu KarangAmerika & Pasifik Timur Negara
Pelajari & Alat Semua panduan Sertifikasi Panduan perlengkapan Video Tanya Data Agen AI API
Tentang Tentang kami Metodologi Penafian Kontak
Tampilan kamu
★ Tersimpan

Destinasi, lokasi selam, dan spesies favorit yang kamu bintangi — tersimpan di browser ini.

API GATEWAY

Akses JSON gratis hanya-baca ke data cache atlas.

Mode gelap

🧭 Tampilan Terpandu
Baru mengenal menyelam — kedalaman, arus, level sertifikasi? Kami menjelaskan setiap istilah saat kamu menjelajah, dalam bahasa yang mudah dipahami. Data yang sama, lengkap dengan panduan bawaan.

⚡ Tampilan Ahli
Kamu sudah tahu perbedaan antara wall dive dan drift dive. Cukup datanya — bersih, cepat, dan ringkas. Ini adalah tampilan default.

Bahasa antarmuka
Fujikawa Maru — illustrative image

Fujikawa Maru

Japanese armed aircraft transport (requisitioned passenger-cargo ship) Ditenggelamkan 1944 12–34 m Chuuk (Truk) Lagoon
Ilustrasi hasil AI
Kuburan perang Ada orang yang meninggal di sini dan, dalam beberapa kasus, masih berada di dalam kapal. Selamlah tempat ini seperti mengunjungi tugu peringatan: tidak ada yang disentuh, tidak ada yang diambil, tidak ada yang diganggu.
Terdokumentasi dengan baik
Kedalaman ke dek
12 m / 39 ft
Kedalaman maksimum
34 m / 112 ft
Dibangun / ditenggelamkan
1938 / 1944
Panjang
133 m
Tonase
6,938 GRT
Orientasi
Upright
Level
Intermediate
Bulan-bulan terbaik
Dec–Apr

Kisahnya

Built in 1938 for the silk trade and requisitioned by the Imperial Japanese Navy as an aircraft ferry, the Fujikawa Maru was swinging at anchor in Truk Lagoon when Operation Hailstone opened on 17 February 1944. American carrier aircraft caught Japan's great mid-Pacific fleet anchorage with its shipping still in place, and over two days they put more than forty vessels on the lagoon floor. The Fujikawa took an aerial torpedo, burned, and settled upright on the sand with her cargo intact: disassembled Zero fighter fuselages still racked in her forward holds, ammunition, and spares. Her old six-inch guns — First World War relics fitted at bow and stern — now wear a half-century of soft coral. In the machine shop stands the air compressor divers have nicknamed for a film robot. She is the most dived wreck in Chuuk, and like her neighbors she is a war grave: men died aboard, and some remain within.

Bagaimana kapal ini tenggelam: Torpedoed and bombed by US carrier aircraft during Operation Hailstone, 17–18 February 1944.

Menyelaminya hari ini

Kondisi: Still coherent but visibly weakening — typhoons and eighty years of corrosion have begun collapsing sections of superstructure.

Penetrasi: Full With Training. Holds and the machine shop are standard guided penetrations for wreck-trained divers; deeper engineering spaces are silty and unforgiving. Memasuki area overhead apa pun memerlukan pelatihan khusus — minimal sertifikasi wreck, dan pelatihan wreck teknis untuk penetrasi penuh.

Sertifikasi yang disarankan: Advanced Open Water; wreck training for interiors

Arus: Mild · Visibilitas: 15–30 m

Kehidupan laut: The guns and kingposts are pillars of soft coral and anemones; baitfish cloud the superstructure and turtles rest on the deck.

Bahaya: Silt-out risk inside, deteriorating steel overhead, and munitions in the holds that must never be handled.

Perlindungan & hukum

Chuuk's wrecks are protected as an underwater historical monument; a state dive permit/fee applies.

Human remains rest in this ship. Japanese missions have recovered and honored some of the dead; treat every interior space with the restraint owed a grave.

Artifact removal is illegal under Chuuk state law and has already thinned these wrecks — leave everything.

Tonton

Dari saluran resmi

Semua video →

Video adalah tautan sematan ke kanal milik kreatornya sendiri — kami tidak meng-host apa pun dan selalu mencantumkan kredit.

Sumber: U.S. Navy ↗Wikipedia ↗ · Fakta diverifikasi terhadap sumber-sumber di atas; kolom yang belum didukung data diberi label belum diverifikasi.

Australia, Selandia Baru & Asia Timur

Cairns & the Ribbon ReefsNingaloo ReefCoral Sea & Osprey ReefOkinawa & the Kerama IslandsPoor Knights IslandsTownsville & the YongalaGreen IslandIzu Peninsula

Karibia & Atlantik Barat

BonaireCozumelRiviera Maya & the CenotesBelize Barrier ReefGrand CaymanIsla Mujeres & CancúnRoatánTiger Beach & Grand Bahama

Eropa, Atlantik & Mediterania

Malta & GozoSilfra & IcelandThe AzoresCanary IslandsLarnaca & the ZenobiaScapa FlowArctic NorwayMadeira

Samudra Hindia & Afrika Timur

North & South Malé AtollsAri AtollBaa Atoll & Hanifaru BayAliwal Shoal & UmkomaasMafia IslandMauritiusSeychellesSodwana Bay

Kepulauan Pasifik & Mikronesia

PalauChuuk (Truk) LagoonFakaravaKona, HawaiʻiRangiroaTaveuni & Rainbow ReefBeqa Lagoon & Pacific HarbourEspiritu Santo

Laut Merah & Timur Tengah

Sharm El Sheikh & Ras MohammedBrothers, Daedalus & St John'sDahabHurghada & El GounaMarsa Alam & the Deep SouthAqabaDaymaniyat IslandsMusandam Peninsula

Asia Tenggara & Segitiga Terumbu Karang

Bali & Nusa PenidaKomodoRaja AmpatSipadan & MabulAnilaoCoronKoh TaoLembeh Strait

Amerika & Pasifik Timur

Galápagos IslandsCocos IslandFlorida KeysSea of Cortez & Cabo PulmoSocorro & the RevillagigedosBritish ColumbiaCalifornia Channel IslandsCosta Rica Pacific Coast